Obat GLP-1: Selain Menurunkan Berat Badan – Mengobati Penyakit Kronis?

19

Obat suntik generasi terbaru—obat GLP-1 seperti Ozempic, Wegovy, dan Zepbound—telah mengubah pengobatan untuk diabetes tipe 2 dan obesitas. Namun potensi dampaknya tidak berhenti sampai di situ. Lebih dari 400 uji klinis sedang dilakukan di seluruh dunia, menyelidiki apakah obat ini dapat mengobati atau mencegah kondisi mulai dari penyakit jantung dan stroke hingga sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan bahkan kanker.

Mengapa GLP-1 begitu serbaguna? Jawabannya terletak pada efek luasnya pada tubuh. Para ahli percaya bahwa banyak penyakit kronis berasal dari gangguan resistensi insulin dan peradangan kronis—dan obat-obatan ini mengatasi keduanya. Jamy Ard dari Wake Forest University menjelaskan, “Tidak ada sistem organ yang tidak terpengaruh oleh lingkungan metabolisme internal ini.” Obat GLP-1 tidak hanya membantu orang makan lebih sedikit; mereka juga mempengaruhi gula darah, peradangan, dan kemungkinan proses biologis penting lainnya.

Reseptor GLP-1 tidak terbatas pada pankreas. Mereka ditemukan di seluruh tubuh, termasuk otak, sistem kardiovaskular, usus, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh. Distribusi yang luas ini menjelaskan mengapa para peneliti mengeksplorasi penggunaannya dalam berbagai kondisi.

Penggunaan yang Disetujui FDA Berkembang

FDA telah menyetujui GLP-1 untuk lebih dari sekedar diabetes dan penurunan berat badan.

  • Penyakit Jantung: Pada bulan Maret 2024, Wegovy disetujui untuk mengobati penyakit jantung pada individu yang kelebihan berat badan dan obesitas, setelah uji coba menunjukkan penurunan serangan jantung, stroke, dan kematian kardiovaskular sebesar 20% dibandingkan dengan plasebo. Hal ini menunjukkan bahwa obat tersebut menawarkan manfaat di luar penurunan berat badan saja.
  • Sleep Apnea: Zepbound menerima persetujuan pada bulan Desember 2024 untuk apnea tidur obstruktif sedang hingga berat pada orang dewasa yang mengalami obesitas, sehingga mengurangi gejala secara signifikan.
  • Penyakit Ginjal: Semaglutide (Ozempic) telah disetujui untuk memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis pada penderita diabetes, mengurangi risiko gagal ginjal dan kematian kardiovaskular sebesar 24%.
  • Penyakit Hati: Wegovy disetujui pada bulan Agustus 2025 untuk steatohepatitis terkait metabolik (MASH), suatu bentuk penyakit hati berlemak yang parah, memperbaiki peradangan hati dan bahkan mengurangi jaringan parut.

Bidang Penelitian yang Menjanjikan

Selain penggunaan yang disetujui, uji coba juga mengeksplorasi GLP-1 untuk kondisi seperti:

  • Osteoartritis: Penelitian menunjukkan bahwa obat ini dapat memperlambat perkembangan penyakit dan mengurangi kebutuhan akan operasi lutut.
  • Psoriasis: Sebuah penelitian besar menemukan bahwa pengguna GLP-1 dengan psoriasis memiliki risiko kematian 78% lebih rendah dan risiko kejadian kardiovaskular utama 44% lebih rendah.
  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS): GLP-1 dapat meningkatkan resistensi insulin, kadar testosteron, dan bahkan tingkat ovulasi pada wanita penderita PCOS.
  • Rheumatoid Arthritis: Pasien RA yang mengonsumsi GLP-1 menunjukkan peningkatan aktivitas penyakit dan nyeri, serta penanda metabolik yang lebih baik.
  • Pencegahan Kanker: Studi populasi menunjukkan potensi pengurangan kanker terkait obesitas, khususnya kanker kolorektal, meskipun diperlukan lebih banyak penelitian.

Gambaran Lebih Besar: Temuan ini menunjukkan bahwa obat GLP-1 dapat mengubah cara kita menghadapi penyakit kronis. Dengan menargetkan disfungsi metabolik yang mendasarinya, mereka mungkin menawarkan cara untuk mencegah atau menunda perkembangan kondisi yang sebelumnya hanya diobati dengan manajemen gejala.

Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa obat-obatan ini bukan hanya tentang penurunan berat badan, namun juga tentang peningkatan kesehatan secara sistemik. Pergeseran ini dapat memperluas cakupan asuransi dan akses terhadap obat-obatan tersebut, sehingga mengubah lanskap pengelolaan penyakit kronis.