Refluks Empedu dan Diet: Yang Perlu Anda Ketahui

11

Refluks empedu terjadi ketika empedu, cairan pencernaan dari hati, mengalir kembali ke kerongkongan. Meskipun tidak ada diet yang bisa menyembuhkan refluks empedu, mengatur pilihan makanan dapat membantu meringankan ketidaknyamanan, terutama jika Anda juga mengalami refluks asam. Prinsip utamanya adalah diet dapat membantu mengatasi gejala, namun bukan merupakan pengobatan yang berdiri sendiri. Jika gejalanya parah, intervensi medis – termasuk pengobatan atau pembedahan – mungkin diperlukan.

Pengertian Refluks Empedu dan Refluks Asam

Banyak orang mengalami refluks empedu dan asam secara bersamaan. Refluks asam terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah (LES) – katup antara lambung dan kerongkongan – terbuka secara tidak tepat, sehingga menyebabkan asam lambung naik. Perubahan pola makan terutama menargetkan gejala refluks asam, karena hanya ada sedikit bukti langsung yang menghubungkan gaya hidup dengan refluks empedu itu sendiri. Namun, mengurangi refluks asam secara tidak langsung dapat memperbaiki ketidaknyamanan secara keseluruhan.

Strategi Diet untuk Bantuan

Beberapa pilihan makanan berpotensi mengurangi gejala. Tujuannya adalah menghindari makanan yang melemahkan LES atau meningkatkan produksi asam lambung:

  • Batasi Makanan Berlemak: Lemak melemaskan LES, memperlambat pencernaan dan meningkatkan refluks.
  • Hindari Alkohol: Seperti halnya lemak, alkohol melemahkan LES dan mengiritasi esofagus.
  • Mengurangi Iritan: Minuman berkafein dan berkarbonasi, buah jeruk, coklat, dressing berbahan dasar cuka, bawang bombay, mint, makanan berbahan tomat, dan hidangan pedas dapat memperburuk gejala.

Pertimbangkan alternatif rendah lemak berikut:

  • Produk susu rendah lemak
  • Putih telur
  • Makanan laut tanpa lemak (kepiting, udang, tuna dalam air)
  • Kacang, lentil, dan kacang polong
  • Oatmeal, nasi, dan mie dengan saus ringan
  • Buah-buahan dan sayuran

Makan dalam porsi kecil, lebih sering, dan tetap tegak selama 2-3 jam setelah makan juga dapat membantu. Bagi individu yang kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan dapat mengurangi kemungkinan refluks.

Peran Serat dalam Manajemen Empedu

Meskipun penelitian terbatas, serat makanan mungkin berperan. Serat berinteraksi dengan asam empedu, berpotensi menurunkan kadarnya.

Ada dua tipe utama:

  • Serat Larut: Membentuk zat seperti gel, menurunkan kolesterol dan membantu mengeluarkan asam empedu dari tubuh. Ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, oatmeal, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.
  • Serat Tidak Larut: Menambah kotoran pada tinja, membantu pencernaan.

Penelitian pada hewan menunjukkan serat mengurangi kadar asam empedu, namun penelitian pada manusia masih diperlukan. Meningkatkan asupan serat larut mungkin bermanfaat secara keseluruhan bagi penderita refluks.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis

Penyesuaian pola makan dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan, tetapi bukan merupakan obat. Jika gejalanya menetap atau memburuk, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Pengobatan atau pembedahan mungkin diperlukan untuk kasus yang parah.

“Percobaan dan kesalahan sering kali diperlukan saat menangani refluks empedu,” dan gejala yang menetap mungkin memerlukan intervensi yang lebih agresif.

Pada akhirnya, memahami tubuh Anda dan bekerja sama dengan profesional medis sangat penting untuk penatalaksanaan yang efektif.