Sirosis: Pengertian Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

17

Sirosis adalah suatu kondisi parah dimana jaringan hati yang sehat secara bertahap digantikan oleh jaringan parut. Jaringan parut ini mengganggu fungsi normal hati, memengaruhi aliran darah, pemrosesan nutrisi, regulasi hormon, dan metabolisme obat. Meskipun seringkali tidak dapat diubah, gejalanya dapat ditangani, dan diagnosis dini sangat penting untuk memperlambat perkembangan penyakit.

Apa yang Terjadi pada Sirosis?

Kemampuan hati untuk berfungsi menurun seiring dengan menumpuknya jaringan parut. Dokter mengkategorikan jaringan parut menjadi empat tahap (F1-F4), dengan sirosis mewakili tahap F4 – kerusakan lanjut dan meluas. Jika tidak diobati, hal ini menyebabkan dekompensasi hati, di mana organ tidak dapat lagi melakukan tugas esensialnya. Banyak orang tidak menyadari sampai hasil scan menunjukkan adanya kerusakan, karena tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang nyata.

Gejala Utama yang Harus Diwaspadai

Ketika sirosis berkembang, gejala menjadi jelas. Ini termasuk:

  • Kelelahan dan Hilangnya Nafsu Makan: Kelelahan parah dan berkurangnya keinginan untuk makan.
  • Perubahan Kulit: Gatal hebat, kulit dan mata menguning (penyakit kuning), kuku pucat.
  • Penumpukan Cairan: Pembengkakan di tungkai, pergelangan kaki, kaki, atau perut (edema).
  • Efek Neurologis: Kebingungan, bicara tidak jelas, menandakan penumpukan racun di otak.
  • Warna Urine Tidak Biasa: Urine berwarna coklat tua atau oranye.

Apa Penyebab Sirosis?

Beberapa faktor dapat menyebabkan sirosis:

  • Hepatitis Virus Kronis (B, C, D): Khususnya Hepatitis C di AS, menyebabkan peradangan dan jaringan parut. Sekitar 25% penderita Hepatitis C menderita sirosis.
  • Penyalahgunaan Alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan akan merusak sel-sel hati seiring berjalannya waktu. Jumlahnya berbeda-beda pada setiap orang tetapi merupakan penyebab utama penyakit ini.
  • Penyakit Hati Terkait Disfungsi Metabolik (MASH): Sebelumnya dikenal sebagai penyakit hati berlemak non-alkohol, penyakit ini terjadi ketika lemak menumpuk di hati sehingga menyebabkan peradangan dan jaringan parut.
  • Penyakit Saluran Empedu: Penyakit ini menghambat aliran empedu, menyebabkan cadangan dan kerusakan hati.
  • Gangguan Genetik: Kondisi seperti penyakit Wilson atau hemokromatosis dapat meningkatkan risiko.

Diagnosis: Cara Dokter Mendeteksi Sirosis

Diagnosis dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, tinjauan gaya hidup, dan tes darah. Tingkat enzim hati yang tidak normal menunjukkan adanya disfungsi. “Standar emas” tetap berupa biopsi hati, meskipun invasif. Semakin banyak metode non-invasif seperti elastografi gelombang geser, elastografi transien, dan elastografi resonansi magnetik yang mengukur kekakuan hati untuk menilai tingkat keparahan jaringan parut. CT scan, MRI, dan endoskopi juga dapat digunakan untuk mendeteksi komplikasi seperti pembesaran pembuluh darah di kerongkongan.

Perawatan dan Penatalaksanaan

Pengobatan sirosis berfokus pada menghentikan perkembangan dan mengelola gejala. Ini berarti menghilangkan penyebab yang mendasarinya (misalnya, mengobati hepatitis atau tidak mengonsumsi alkohol). Pengobatan dapat mengatasi komplikasi:

  • Diuretik: Mengurangi penumpukan cairan.
  • Laktulosa: Membersihkan racun dari otak pada ensefalopati hepatik.
  • Antibiotik (Rifaximin): Mencegah penumpukan toksin otak berulang.
  • Beta-Blocker: Menurunkan tekanan darah di vena portal, mengurangi risiko pendarahan.
  • Sekuestran Asam Empedu: Meredakan rasa gatal.

Dalam kasus yang parah, transplantasi hati mungkin diperlukan, namun ketersediaan organ terbatas. Hindari suplemen “detoks” yang belum terbukti, karena beberapa suplemen dapat membahayakan hati lebih lanjut.

Perubahan Gaya Hidup Penting

Sirosis bersifat progresif, namun penyesuaian gaya hidup dapat memperlambat kerusakan:

  • Diet: Ikuti rencana yang disetujui ahli gizi.
  • Pantangan: Hindari alkohol sepenuhnya.
  • Latihan: 150 menit aktivitas sedang ditambah latihan kekuatan setiap minggu.
  • Kontrol Natrium: Batasi garam untuk mengurangi retensi cairan.
  • Hindari Kerang Mentah: Risiko infeksi serius.
  • Tinjauan Pengobatan: Diskusikan obat-obatan yang berpotensi merusak hati dengan dokter Anda.
  • Vaksinasi: Ikuti perkembangan terkini mengenai suntikan hepatitis A/B.

Pandangan

Harapan hidup bervariasi berdasarkan tingkat keparahan dan penyebabnya. Diagnosis dan pengobatan dini dapat meminimalkan dampak. Dokter menggunakan skor Model for End-Stage Liver Disease (MELD) untuk memprediksi angka kematian dan memprioritaskan kandidat transplantasi.

Komplikasi seperti hipertensi portal, ketidakseimbangan hormon, masalah pencernaan, gagal ginjal, dan kanker hati dapat timbul.

Pada akhirnya, sirosis adalah penyakit serius yang memerlukan penanganan proaktif. Memperlambat perkembangan penyakit melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan kelangsungan hidup.