Palo azul (Eysenhardtia polystachya ), terkadang disebut “kayu ginjal”, memiliki sejarah panjang dalam penggunaan tradisional, khususnya di Meksiko. Ketertarikan baru-baru ini terhadap tanaman ini berasal dari penelitian pendahuluan yang menunjukkan manfaatnya bagi kesehatan ginjal, pengendalian gula darah, nyeri sendi, dan pencernaan. Namun, penting untuk dipahami bahwa sejauh ini sebagian besar penelitian dilakukan pada hewan, dan diperlukan lebih banyak uji coba pada manusia untuk mengonfirmasi efek ini.
Kesehatan Ginjal dan Pencegahan Batu
Palo azul mengandung senyawa – flavonoid dan asam lemak – yang dapat mendukung fungsi ginjal. Penelitian pada hewan menunjukkan senyawa ini dapat mencegah pembentukan batu ginjal dengan mengurangi peradangan, menetralkan molekul yang merusak (spesies oksigen reaktif), dan meningkatkan aliran urin.
Mengapa ini penting: Batu ginjal adalah masalah yang menyakitkan dan semakin umum terjadi akibat pola makan dan dehidrasi. Meskipun palo azul menjanjikan, ini bukanlah pengganti pengobatan yang sudah ada.
Dukungan Pencernaan: Alternatif Potensial?
Tanaman ini juga mengandung D-pinitol, suatu senyawa yang menurut penelitian pada hewan mungkin sama efektifnya dengan beberapa obat dalam mengatasi diare. Tampaknya menunda timbulnya diare dan mengurangi penumpukan cairan di usus.
Konteks: Diare adalah penyebab utama dehidrasi dan penyakit, khususnya di negara-negara berkembang. Jika palo azul terbukti efektif pada manusia, maka obat ini bisa menjadi alternatif pengobatan alami.
Pereda Nyeri Sendi Melalui Anti Peradangan
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa flavonoid dalam kulit kayu palo azul memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Hal ini berpotensi meringankan nyeri sendi yang terkait dengan kondisi seperti rheumatoid arthritis dengan mengurangi tingkat molekul inflamasi dalam tubuh.
Gambaran yang lebih besar: Artritis reumatoid menyerang jutaan orang di seluruh dunia dan sering kali memerlukan pengobatan jangka panjang. Senyawa alami dengan efek anti-inflamasi secara aktif diteliti sebagai terapi pelengkap yang potensial.
Regulasi Gula Darah: Jalur yang Menjanjikan
Penelitian awal menunjukkan palo azul dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dengan melindungi sel dari kerusakan dan mengurangi pembentukan senyawa berbahaya (AGEs) yang terkait dengan diabetes.
Mengapa hal ini penting: Diabetes adalah epidemi global. Bahkan perbaikan kecil dalam pengendalian gula darah dapat mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Namun, palo azul bukanlah obat dan tidak boleh menggantikan pengobatan medis.
Cara Menyiapkan Teh Palo Azul
Secara tradisional, teh palo azul dibuat dengan merebus 1 ons (oz) kulit kayu dalam 1 galon mata air selama 20–30 menit hingga cairan berubah warna menjadi kuning tua dengan rona biru. Rasanya ringan, berkayu, dan agak manis.
Perhatian: Persiapan yang tepat sangat penting. Pastikan kulit kayu disaring secara menyeluruh sebelum dikonsumsi. Dinginkan sisa teh untuk mengawetkan senyawanya.
Keamanan dan Efek Samping: Lanjutkan dengan Hati-hati
Meskipun penelitian pada hewan menunjukkan palo azul relatif tidak beracun, penelitian pada manusia masih terbatas. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan palo azul, terutama jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang mengonsumsi obat.
Kemungkinan efek samping termasuk mual atau ketidaknyamanan pencernaan; kurangi dosis atau hentikan penggunaan jika ini terjadi.
Kesimpulan: Palo azul menunjukkan potensi menjanjikan dalam berbagai manfaat kesehatan, namun buktinya masih bersifat awal. Penelitian lebih lanjut pada manusia sangat penting untuk memastikan kemanjuran dan keamanannya sebelum diadopsi secara luas.






























