Nasihat kuno untuk “menahan demam” adalah salah. Saat tubuh Anda melawan infeksi, kebutuhan energi Anda meningkat. Melewatkan makan tidak akan membantu Anda pulih lebih cepat; itu akan semakin melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sebaliknya, fokuslah untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk penyembuhan.
Mengapa ini penting: Demam bukan sekadar ketidaknyamanan; itu pertanda tubuh Anda sedang bekerja keras. Mengabaikan kebutuhan nutrisi selama sakit memperlambat pemulihan dan memperburuk gejala.
Yang Dibutuhkan Tubuh Saat Demam
Saat Anda demam, metabolisme Anda meningkat, artinya Anda membakar lebih banyak kalori. Ini bukan tentang makan berlebihan, tetapi tentang memastikan Anda mendapatkan vitamin, mineral, dan hidrasi penting. Tujuannya adalah untuk mendukung, bukan menghalangi, pertahanan alami tubuh Anda.
7 Makanan untuk Mendorong Pemulihan
-
Yogurt Yunani: Pembangkit tenaga probiotik. Makanan fermentasi seperti yogurt meningkatkan kesehatan usus, tempat sebagian besar sistem kekebalan tubuh Anda berada. Usus yang sehat berarti respons yang lebih kuat terhadap infeksi. Ditambah lagi, yogurt Yunani mengandung protein tinggi, sehingga ideal saat nafsu makan rendah.
-
Sup Ayam: Hidangan klasik karena suatu alasan. Kaldu hangat mengencerkan lendir, meredakan sakit tenggorokan, dan menyediakan asam amino esensial serta hidrasi. Jika Anda tidak makan sup ayam, kacang atau sup miju-miju memberikan manfaat serupa.
-
Air Kelapa: Demam seringkali menyebabkan dehidrasi melalui keringat. Air kelapa mengisi kembali cairan dan elektrolit – terutama potasium – yang penting untuk fungsi saraf dan otot. Pilih air kelapa 100%, hindari tambahan gula.
-
Buah-buahan: Kebanyakan buah-buahan mengandung 70% air dan mengandung vitamin C, penting untuk fungsi kekebalan tubuh dan perbaikan sel. Pisang dan alpukat lembut di perut, sedangkan jeruk dan apel memberikan tambahan vitamin.
-
Sayuran yang Dimasak: Mirip dengan buah-buahan, sayuran yang dimasak memberikan nutrisi penting. Wortel, bawang bombay, dan seledri dalam sup mudah dicerna. Hindari sayuran mentah, karena seratnya dapat menyebabkan kembung.
-
Makanan Tinggi Protein: Tubuh Anda membutuhkan protein untuk membangun antibodi, agen pelawan infeksi. Daging tanpa lemak, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan telur menyediakan selenium dan seng, yang penting untuk kesehatan kekebalan tubuh.
-
Jahe: Bumbu ini mengandung gingerol, senyawa dengan sifat antiinflamasi dan antimual. Masukkan ke dalam kaldu atau teh untuk meredakan gejala.
3 Makanan yang Harus Dihindari Saat Sakit
-
Alkohol, Soda, dan Kafein: Bahan-bahan ini membuat Anda dehidrasi sehingga melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Air atau teh herbal adalah pilihan yang lebih baik.
-
Makanan Manis: Gula memicu peradangan dan menekan fungsi kekebalan tubuh. Hindari kue, permen, sereal manis, dan soda.
-
Daging Olahan: Hot dog, bacon, dan daging deli sulit dicerna, sehingga memaksa tubuh Anda membuang energi untuk pencernaan alih-alih menyembuhkan.
Intinya
Saat Anda demam, jangan kelaparan. Prioritaskan hidrasi dan makanan kaya nutrisi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh Anda. Hindari makanan olahan dan manis yang dapat menghambat pemulihan. Tubuh Anda membutuhkan bahan bakar untuk melawan infeksi secara efektif.
Artikel ini didasarkan pada wawasan ahli dari para profesional medis dan penelitian yang ditinjau oleh rekan sejawat.
































