Mengatasi Kecemasan Lingkungan: Lima Strategi yang Didukung Para Ahli

19

Perubahan iklim bukan lagi sebuah ancaman – namun merupakan kenyataan yang semakin memicu kecemasan. Lebih dari 45% generasi muda melaporkan bahwa kekhawatiran terhadap lingkungan berdampak pada kehidupan mereka sehari-hari. Kecemasan lingkungan ini, yang sering disebut dengan “kecemasan lingkungan”, adalah respons normal terhadap situasi yang tidak normal, dan semakin banyak profesional kesehatan mental yang menemukan cara untuk membantu orang mengatasi perasaan ini.

Inilah yang direkomendasikan para ahli untuk mengelola kecemasan terhadap lingkungan, bukan sekadar menghilangkan rasa takut, namun juga melakukan tindakan konstruktif:

1. Rangkullah, Jangan Menekan Perasaan Anda

Tidak seperti kecemasan pada umumnya yang mana ketakutan yang tidak masuk akal sering kali tidak sebanding dengan risiko yang sebenarnya, kecemasan lingkungan bisa dibilang merupakan reaksi yang “rasional” terhadap bahaya yang nyata dan nyata. Mencoba meremehkan atau menyangkal perasaan ini tidaklah efektif. Sebaliknya, para ahli merekomendasikan mindfulness – belajar menerima dan menoleransi kesusahan Anda tanpa membiarkannya mengendalikan Anda. Caroline Hickman dari Universitas Bath, “Kami tidak akan mengurangi kecemasan seseorang dengan mengatakan bahwa hal ini tidak menakutkan, karena itu bohong.”

2. Ambil Tindakan: Salurkan Kecemasan ke dalam Pemberdayaan

Kecemasan tumbuh subur di tengah ketidakberdayaan. Atasi hal ini dengan terlibat secara aktif dalam solusi iklim. Hal ini dapat melibatkan aktivisme politik, menjadi sukarelawan di kelompok lingkungan hidup, atau sekadar melakukan perubahan gaya hidup berkelanjutan. Liza Jachens dari Universitas Nottingham, “Menyalurkan kecemasan menjadi tindakan dapat memberikan efek transformasional.” Tindakan memberikan rasa kendali dan mengalihkan fokus dari keputusasaan ke keagenan.

3. Carilah Dukungan Khusus

Tidak semua terapis diperlengkapi untuk menangani tekanan akibat perubahan iklim. Carilah seorang profesional yang memahami secara khusus kecemasan lingkungan. Beberapa diantaranya mengidentifikasi diri sebagai “sadar iklim,” mengakui tantangan psikologis unik yang ditimbulkan oleh krisis lingkungan. Aliansi Psikologi Iklim menawarkan sumber daya untuk mendapatkan dukungan yang memenuhi syarat, termasuk “kafe iklim” online untuk menjalin hubungan dengan sesama. Hindari nasihat umum – ini adalah masalah khusus yang membutuhkan panduan yang matang.

4. Terhubung dengan Orang Lain yang Mengerti

Isolasi memperkuat kecemasan. Bergabung dengan kelompok dukungan atau komunitas online di mana orang-orang memiliki keprihatinan yang sama dapat menjadi terapi yang sangat baik. Penelitian menunjukkan bahwa kelompok pendukung kecemasan lingkungan mengurangi tekanan dan menumbuhkan rasa memiliki. Panu Pihkala dari Universitas Helsinki menekankan, “Anda tidak sendirian… Jangan dibiarkan sendirian.” Pengalaman bersama menormalkan perasaan dan memberikan dorongan timbal balik.

5. Berhubungan kembali dengan Alam

Ironisnya, menghabiskan waktu di alam yang Anda takut kehilangan bisa sangat menyembuhkan. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan-jalan di alam terbuka, berkebun, atau sekadar berada di luar ruangan dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental. Aktivitas-aktivitas ini menumbuhkan rasa keterhubungan dengan planet ini, mengingatkan Anda akan hal-hal yang sedang Anda perjuangkan untuk dilindungi.

Intinya: Kecemasan terhadap lingkungan adalah respons yang wajar terhadap krisis yang nyata. Mengelolanya memerlukan penerimaan perasaan Anda, mengambil tindakan, dan mencari dukungan yang terinformasi. Dengan menyalurkan kecemasan ke dalam upaya konstruktif, Anda tidak hanya dapat mengatasinya namun juga berkontribusi terhadap masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sumber Editorial: Informasi dalam artikel ini didasarkan pada studi tinjauan sejawat, wawancara pakar, dan sumber terpercaya, termasuk The Lancet Planetary Health, The Journal of Climate Change and Health, dan Climate Psychology Alliance.